
I. Pendahuluan
Nagari Sinuruik merupakan salah satu nagari
yang terletak di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tepatnya
di bagian paling ujung timur kabupaten. Secara geografis, nagari ini
berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman, sehingga memiliki posisi
strategis sekaligus menjadi pintu gerbang interaksi antara masyarakat Pasaman
Barat dan Pasaman.
Nagari
Sinuruik memiliki luas wilayah 18.901 hektare yang terbagi ke
dalam tujuh jorong, yaitu Jorong Sianok Pasar Baru, Jorong Paraman,
Jorong Kemakmuran, Jorong Harapan, Jorong Kemajuan, Jorong Benteng, dan Jorong
Tombang. Ketujuh jorong tersebut menjadi pusat kehidupan masyarakat
dengan karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang saling melengkapi.
Jumlah penduduk Nagari Sinuruik mencapai 8.576 jiwa,
terdiri dari 4.289 laki-laki dan 4.287 perempuan,
yang terbagi dalam 2.164 kepala keluarga (KK). Jumlah penduduk
yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan ini menunjukkan adanya
distribusi demografi yang harmonis. Sementara itu, jumlah balita
sebanyak 467 jiwa (245 laki-laki dan 222 perempuan) dengan 126
anak telah terlayani melalui pendidikan PAUD, menjadi potret penting
bagi arah pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Secara
geografis, Nagari Sinuruik berbatasan dengan:
·
Utara : Nagari Cubadak,
Kabupaten Pasaman
·
Selatan : Nagari Kajai
·
Barat : Nagari Kiawai
·
Timur : Nagari Talu
Ciri khas utama Nagari Sinuruik dibanding nagari-nagari lain
di Kabupaten Pasaman Barat adalah tidak adanya perkebunan sawit.
Jika sebagian besar nagari lain mengandalkan sawit sebagai komoditas unggulan,
maka Nagari Sinuruik sepenuhnya bergantung pada lahan pertanian padi
sawah. Tercatat, luas lahan pemukiman mencapai 3.597,54
hektare, sementara lahan pertanian sawah teririgasi seluas 810
hektare menjadi tulang
punggung perekonomian masyarakat. Pertanian sawah yang terkelola dengan sistem
irigasi ini memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pangan sekaligus
menjadi sumber utama penghidupan warga nagari.
Dari aspek pelayanan kesehatan masyarakat, di Nagari
Sinuruik terdapat 15 Posyandu, dan pada tahun ini bertambah 1 unit
lagi, sehingga saat ini total terdapat 16 Posyandu yang aktif
memberikan layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan
lansia. Hal ini menjadi wujud komitmen nagari dalam meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.
Dengan potensi wilayah, jumlah penduduk, dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Nagari Sinuruik terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, pelayanan kesehatan berbasis posyandu, pendidikan anak usia dini, serta pembangunan berbasis partisipasi aktif masyarakat di tujuh jorong.

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang
menjadi perhatian nasional, termasuk di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau,
Kabupaten Pasaman Barat. Menyadari dampak jangka panjang stunting terhadap
kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Nagari Sinuruik sejak tahun 2019
menetapkan isu stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nagari. Laporan ini disusun untuk
menggambarkan upaya dan inovasi yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan
dan penurunan angka stunting di Nagari Sinuruik.
II. Perencanaan dan Penganggaran
Pemerintah Nagari Sinuruik setiap tahunnya mengalokasikan
dana dari APB Nagari untuk
mendukung program prioritas kesehatan masyarakat, termasuk pemenuhan gizi ibu
hamil, balita, dan keluarga berisiko. Perencanaan dilakukan secara partisipatif
dengan melibatkan unsur pemerintahan nagari, lembaga nagari, tokoh masyarakat,
serta kader pembangunan manusia (KPM).
Anggaran Stunting
Nagari Sinuruik Tahun 2024
|
|
Uraian |
Anggaran (Rp) |
|
1 |
Honor
Kader Posyandu |
135.000.000 |
|
2 |
Honor
Kader BKB |
37.740.000 |
|
3 |
Honor
Bidang Jorong |
34.200.000 |
|
4 |
Honor
Kader KPM |
25.200.000 |
|
5 |
Program
Sustpadi (Susu, Telur, Kacang Padi) |
29.200.000 |
|
6 |
Operasional
Posyandu (PMT) |
18.000.000 |
|
Total |
279.340.000 |
Anggaran Stunting
Nagari Sinuruik Tahun 2025
|
No |
Uraian |
Anggaran (Rp) |
|
1 |
Honor
Kader Posyandu |
144.000.000 |
|
2 |
Honor
Kader BKB |
37.740.000 |
|
3 |
Honor
Bidang Jorong |
34.200.000 |
|
4 |
Honor
Kader KPM |
25.200.000 |
|
5 |
Program
Sustpadi (Susu, Telur, Kacang Padi) |
29.200.000 |
|
6 |
Operasional
Posyandu (PMT) |
19.200.000 |
|
7 |
Pelatihan
Kader Posyandu |
8.680.000 |
|
8 |
Kelas
Balita dan ibu hamil |
3.000.000 |
|
Total |
301.220.000 |
III. Pelaksanaan Program
1. Forum
Group Discussion Rumah Desa Sehat (FGD RDS)
o Peserta
terdiri dari kaum perempuan, ibu-ibu, kader posyandu, BKB, KPM, dan bidan
jorong.
o Membahas
berbagai persoalan terkait kesehatan anak, pendidikan anak, sarana sanitasi,
air bersih, gizi, serta isu-isu pengentasan stunting.
o Diskusi
dilakukan berdasarkan data dari EHDW, PPBGM, dan aplikasi
gesitstunting.com.
o Hasil
dari forum ini berupa rumusan rekomendasi.
2. Musyawarah
Nagari Rembuk Stunting
o Rekomendasi
hasil FGD RDS dibacakan dalam forum rembuk stunting.
o Semua
pihak mendiskusikan rekomendasi tersebut untuk diputuskan bersama.
o Rekomendasi
yang disepakati akan diakomodir sebagai bahan dalam penyusunan RKP Nagari.
3. Musyawarah
Nagari Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Nagari Sinuruik
o Forum
ini membahas dan menyusun RKP berdasarkan rekomendasi dari rembuk stunting.
o Program-program
yang disepakati dimasukkan dalam dokumen RKP Nagari.
o RKP
ini menjadi landasan perencanaan tahunan pemerintahan nagari.
4. Musyawarah
Penetapan APB Nagari Sinuruik
o RKP
yang sudah ditetapkan menjadi dasar penyusunan APB Nagari.
o Musyawarah
dilakukan untuk membahas anggaran, pembagian sumber daya, serta penentuan
prioritas program.
o Hasil
musyawarah ini menetapkan APB Nagari sebagai dokumen resmi pelaksanaan
pembangunan nagari.
V. Inovasi Berbasis Teknologi
Salah satu terobosan penting yang dilakukan Nagari Sinuruik dalam upaya pengentasan stunting adalah pengembangan Gesitstunting.com, sebuah aplikasi digital yang menjadi pusat data kesehatan masyarakat nagari. Gesitstunting merupakan singkatan dari Gerakan Sinuruik Intervensi Stunting. Aplikasi ini dibangun untuk menjawab permasalahan klasik di lapangan, yaitu sulitnya mendapatkan data yang akurat, cepat, dan terintegrasi terkait kondisi ibu hamil, balita, serta calon pengantin.
1. Tujuan
Pengembangan
Gesitstunting.com hadir dengan tujuan:
· Menyediakan basis data real-time
mengenai perkembangan kesehatan dan gizi masyarakat.
· Menjadi alat analisis bagi
pemerintah nagari dalam menyusun program dan kebijakan intervensi.
· Memudahkan monitoring dan evaluasi
program stunting secara berkelanjutan.
· Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas data kesehatan masyarakat di tingkat nagari.
2. Fitur
Utama Gesitstunting.com
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur penting, antara lain:
·
Data Anak/Balita: mencakup
identitas, berat badan, tinggi badan, serta status gizi balita yang diperbarui
setiap bulan.
· Riwayat Kunjungan Posyandu:
mencatat hasil penimbangan dan pemeriksaan kesehatan balita, sehingga
perkembangan anak dapat dilacak dari waktu ke waktu.
·
Pemetaan Kasus: menampilkan data
balita berisiko stunting berdasarkan wilayah jorong, sehingga memudahkan
prioritas intervensi.
· Integrasi Program: data dapat digunakan sebagai bahan pembahasan dalam FGD Rumah Desa Sehat (RDS) maupun Rembuk Stunting, sehingga setiap keputusan berbasis pada kondisi lapangan yang nyata.
3. Mekanisme
Pengelolaan Data
Data dalam Gesitstunting.com diinput secara rutin oleh kader posyandu
setiap bulan setelah kegiatan penimbangan balita. Kader Pembangunan Manusia
(KPM) kemudian melakukan verifikasi dan memastikan kelengkapan data. Pemerintah
nagari dapat mengakses dashboard aplikasi untuk melakukan analisis, pemetaan,
serta pelaporan ke tingkat kecamatan maupun kabupaten.
4. Manfaat
dan Dampak
Sejak diterapkan, Gesitstunting.com memberikan dampak signifikan, antara lain:
· Kecepatan informasi: data
perkembangan balita dapat langsung diakses tanpa menunggu laporan manual.
· Ketepatan intervensi:
pemerintah nagari dapat menentukan keluarga sasaran yang benar-benar
membutuhkan bantuan, seperti distribusi Sustpadi (Susu, Telor, Kacang
Padi) atau bantuan pangan tambahan.
·
Transparansi: masyarakat dapat
mengetahui kondisi nyata angka stunting di nagari melalui forum musyawarah yang
berbasis data aplikasi.
· Evaluasi berkelanjutan: setiap kegiatan posyandu dan hasil intervensi dapat diukur dengan jelas, sehingga program yang kurang efektif bisa segera diperbaiki.
5. Peran
dalam Rantai Pengambilan Keputusan
Hasil analisis data dari Gesitstunting.com selalu menjadi dasar dalam:
·
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) Nagari di bidang kesehatan.
·
Pengambilan kebijakan dalam Rembuk
Stunting setiap tahun.
·
Diskusi lintas sektor dalam FGD Rumah
Desa Sehat yang melibatkan pemerintah nagari, kader, tenaga kesehatan,
tokoh masyarakat, dan perangkat daerah.
Dengan adanya Gesitstunting.com, Nagari
Sinuruik telah membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi instrumen
penting dalam mempercepat upaya penanggulangan stunting. Aplikasi ini bukan
hanya alat pencatat data, tetapi juga media analisis, komunikasi, dan pengambilan
kebijakan yang berbasis analisis data.
VI. Program Inovatif Berbasis Kearifan Lokal
Program Sustpadi
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan
stunting, Pemerintah Nagari Sinuruik mengembangkan program inovatif berbasis
kearifan lokal yang diberi nama Sustpadi (Susu, Telur, dan Kacang Padi).
Program ini lahir dari kesadaran bahwa pemenuhan gizi balita harus disesuaikan
dengan potensi pangan lokal yang tersedia di masyarakat. Susu, telur, dan
kacang padi dipilih sebagai bahan utama karena kaya akan protein hewani,
vitamin, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan anak usia dini.
Pelaksanaan Sustpadi tidak hanya berorientasi pada pemberian
asupan gizi tambahan, tetapi juga diintegrasikan dengan pendataan dan
monitoring melalui aplikasi Gesitstunting.com. Data balita yang
menjadi sasaran program dicatat secara real-time oleh kader KPM dan kader
posyandu, sehingga perkembangan status gizi anak dapat dipantau secara berkala.
Dengan sistem ini, Pemerintah Nagari dapat menentukan sasaran prioritas,
melakukan evaluasi, serta menyesuaikan intervensi sesuai kebutuhan
masing-masing anak.
Selain pemberian makanan tambahan, program Sustpadi juga
melibatkan edukasi kepada orang tua, terutama ibu balita, mengenai pentingnya
pola makan bergizi seimbang, pola asuh, serta kebersihan lingkungan. Dengan
pendekatan ini, diharapkan Sustpadi tidak hanya menjadi program jangka pendek,
tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi untuk tumbuh
kembang anak.
Melalui kolaborasi antara kader KPM, posyandu, Bina Keluarga
Balita (BKB), bidan, serta dukungan penuh masyarakat, program Sustpadi menjadi
salah satu inovasi Nagari Sinuruik dalam menekan angka stunting. Kehadiran
aplikasi Gesitstunting.com juga semakin memperkuat program ini
dengan menyediakan basis data yang akurat sebagai dasar kebijakan dan
pengambilan keputusan.
Dengan
langkah ini, Nagari Sinuruik menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi
dalam upaya mewujudkan generasi sinuruik yang sehat, cerdas, dan bebas dari
stunting.
VII. Dampak dan Hasil yang Dicapai
Hingga saat ini, pelaksanaan program pengentasan stunting di
Nagari Sinuruik menunjukkan hasil positif, antara lain:
VIII. Penutup
Pemerintah Nagari Sinuruik menyadari sepenuhnya bahwa
pengentasan stunng bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan
kerja sama lintas sektor, sinergi masyarakat, serta keberlanjutan program yang
terarah. Dengan komitmen yang kuat, Pemerintah Nagari akan terus mengalokasikan
dana desa sebagai wujud nyata perhatian terhadap persoalan stunting, agar
manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga
miskin yang rentan maupun anak-anak yang mengalami stunting.
Melalui berbagai program seperti Sustpadi, kelas
ibu hamil, lomba bayi sehat, serta dukungan penuh
inovasi digital melalui Gesitstunting.com, Pemerintah Nagari
Sinuruik bertekad memastikan bahwa intervensi gizi dan kesehatan menjangkau
setiap sasaran dengan cepat, tepat, dan berkesinambungan. Dengan dukungan semua
elemen nagari, pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Tentunya
target untuk mewujudkan generasi Sinuruik yang sehat, cerdas, dan bebas
stunting diyakini dapat tercapai.
by : Admin