INOVASI NAGARI SINURUIK DALAM UPAYA PENGENTASAN STUNTING

Sekna Sinuruik 11 Februari 2026


I.   Pendahuluan

Nagari Sinuruik merupakan salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tepatnya di bagian paling ujung timur kabupaten. Secara geografis, nagari ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman, sehingga memiliki posisi strategis sekaligus menjadi pintu gerbang interaksi antara masyarakat Pasaman Barat dan Pasaman.

Nagari Sinuruik memiliki luas wilayah 18.901 hektare yang terbagi ke dalam tujuh jorong, yaitu Jorong Sianok Pasar Baru, Jorong Paraman, Jorong Kemakmuran, Jorong Harapan, Jorong Kemajuan, Jorong Benteng, dan Jorong Tombang. Ketujuh jorong tersebut menjadi pusat kehidupan masyarakat dengan karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang saling melengkapi.

Jumlah penduduk Nagari Sinuruik mencapai 8.576 jiwa, terdiri dari 4.289 laki-laki dan 4.287 perempuan, yang terbagi dalam 2.164 kepala keluarga (KK). Jumlah penduduk yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan ini menunjukkan adanya distribusi demografi yang harmonis. Sementara itu, jumlah balita sebanyak 467 jiwa (245 laki-laki dan 222 perempuan) dengan 126 anak telah terlayani melalui pendidikan PAUD, menjadi potret penting bagi arah pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Secara geografis, Nagari Sinuruik berbatasan dengan:

·       Utara : Nagari Cubadak, Kabupaten Pasaman

·       Selatan : Nagari Kajai

·       Barat : Nagari Kiawai

·       Timur : Nagari Talu

Ciri khas utama Nagari Sinuruik dibanding nagari-nagari lain di Kabupaten Pasaman Barat adalah tidak adanya perkebunan sawit. Jika sebagian besar nagari lain mengandalkan sawit sebagai komoditas unggulan, maka Nagari Sinuruik sepenuhnya bergantung pada lahan pertanian padi sawah. Tercatat, luas lahan pemukiman mencapai 3.597,54 hektare, sementara lahan pertanian sawah teririgasi seluas 810 hektare menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Pertanian sawah yang terkelola dengan sistem irigasi ini memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pangan sekaligus menjadi sumber utama penghidupan warga nagari.

Dari aspek pelayanan kesehatan masyarakat, di Nagari Sinuruik terdapat 15 Posyandu, dan pada tahun ini bertambah 1 unit lagi, sehingga saat ini total terdapat 16 Posyandu yang aktif memberikan layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Hal ini menjadi wujud komitmen nagari dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.

Dengan potensi wilayah, jumlah penduduk, dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Nagari Sinuruik terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, pelayanan kesehatan berbasis posyandu, pendidikan anak usia dini, serta pembangunan berbasis partisipasi aktif masyarakat di tujuh jorong.


Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian nasional, termasuk di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Menyadari dampak jangka panjang stunting terhadap kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Nagari Sinuruik sejak tahun 2019 menetapkan isu stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nagari. Laporan ini disusun untuk menggambarkan upaya dan inovasi yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting di Nagari Sinuruik.

 

II. Perencanaan dan Penganggaran

Pemerintah Nagari Sinuruik setiap tahunnya mengalokasikan dana dari APB Nagari untuk mendukung program prioritas kesehatan masyarakat, termasuk pemenuhan gizi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko. Perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan unsur pemerintahan nagari, lembaga nagari, tokoh masyarakat, serta kader pembangunan manusia (KPM).

Anggaran Stunting Nagari Sinuruik Tahun 2024

 

Uraian

Anggaran (Rp)

1

Honor Kader Posyandu

135.000.000

2

Honor Kader BKB

37.740.000

3

Honor Bidang Jorong

34.200.000

4

Honor Kader KPM

25.200.000

5

Program Sustpadi (Susu, Telur, Kacang Padi)

29.200.000

6

Operasional Posyandu (PMT)

18.000.000

Total

279.340.000

  

Anggaran Stunting Nagari Sinuruik Tahun 2025

No

Uraian

Anggaran (Rp)

1

Honor Kader Posyandu

144.000.000

2

Honor Kader BKB

37.740.000

3

Honor Bidang Jorong

34.200.000

4

Honor Kader KPM

25.200.000

5

Program Sustpadi (Susu, Telur, Kacang Padi)

29.200.000

6

Operasional Posyandu (PMT)

19.200.000

7

Pelatihan Kader Posyandu

8.680.000

8

Kelas Balita dan ibu hamil

3.000.000

Total

301.220.000

 

 

III. Pelaksanaan Program

  1. Kader Pembangunan Manusia (KPM): melakukan pendataan, pemetaan sasaran, dan monitoring perkembangan balita. Adapun kader KPM di Nagari sinuruik berjumlah sebanyak 7 Orang.
  2. Kader Posyandu: memberikan layanan kesehatan rutin, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Saat ini Nagari sinuruik memiliki 80 orang kader Posyandu.
  3. Bina Keluarga Balita (BKB): mendampingi keluarga dalam praktik pengasuhan dan pola makan sehat. Adapun jumlah kader BKB se nagari sinuruik saat ini adalah 35 Orang.
  4. Bidan Jorong: memastikan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi baru lahir.
  5. Tokoh masyarakat dan ninik mamak: memberikan dukungan moral dan sosial agar program berjalan menyeluruh di semua jorong.

IV. Alur perencanaan terkait pengentasan Stunting

1.     Forum Group Discussion Rumah Desa Sehat (FGD RDS)

o   Peserta terdiri dari kaum perempuan, ibu-ibu, kader posyandu, BKB, KPM, dan bidan jorong.

o   Membahas berbagai persoalan terkait kesehatan anak, pendidikan anak, sarana sanitasi, air bersih, gizi, serta isu-isu pengentasan stunting.

o   Diskusi dilakukan berdasarkan data dari EHDW, PPBGM, dan aplikasi gesitstunting.com.

o   Hasil dari forum ini berupa rumusan rekomendasi.

2.     Musyawarah Nagari Rembuk Stunting

o   Rekomendasi hasil FGD RDS dibacakan dalam forum rembuk stunting.

o   Semua pihak mendiskusikan rekomendasi tersebut untuk diputuskan bersama.

o   Rekomendasi yang disepakati akan diakomodir sebagai bahan dalam penyusunan RKP Nagari.

3.     Musyawarah Nagari Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Nagari Sinuruik

o   Forum ini membahas dan menyusun RKP berdasarkan rekomendasi dari rembuk stunting.

o   Program-program yang disepakati dimasukkan dalam dokumen RKP Nagari.

o   RKP ini menjadi landasan perencanaan tahunan pemerintahan nagari.

4.     Musyawarah Penetapan APB Nagari Sinuruik

o   RKP yang sudah ditetapkan menjadi dasar penyusunan APB Nagari.

o   Musyawarah dilakukan untuk membahas anggaran, pembagian sumber daya, serta penentuan prioritas program.

o   Hasil musyawarah ini menetapkan APB Nagari sebagai dokumen resmi pelaksanaan pembangunan nagari.

 

V. Inovasi Berbasis Teknologi

Gesitstunting.com

Salah satu terobosan penting yang dilakukan Nagari Sinuruik dalam upaya pengentasan stunting adalah pengembangan Gesitstunting.com, sebuah aplikasi digital yang menjadi pusat data kesehatan masyarakat nagari. Gesitstunting merupakan singkatan dari Gerakan Sinuruik Intervensi Stunting. Aplikasi ini dibangun untuk menjawab permasalahan klasik di lapangan, yaitu sulitnya mendapatkan data yang akurat, cepat, dan terintegrasi terkait kondisi ibu hamil, balita, serta calon pengantin.


1. Tujuan Pengembangan
Gesitstunting.com hadir dengan tujuan:

·    Menyediakan basis data real-time mengenai perkembangan kesehatan dan gizi masyarakat.

·    Menjadi alat analisis bagi pemerintah nagari dalam menyusun program dan kebijakan intervensi.

· Memudahkan monitoring dan evaluasi program stunting secara berkelanjutan.

·       Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas data kesehatan masyarakat di tingkat nagari.


2. Fitur Utama Gesitstunting.com
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur penting, antara lain:

·       Data Anak/Balita: mencakup identitas, berat badan, tinggi badan, serta status gizi balita yang diperbarui setiap bulan.

·  Riwayat Kunjungan Posyandu: mencatat hasil penimbangan dan pemeriksaan kesehatan balita, sehingga perkembangan anak dapat dilacak dari waktu ke waktu.

·       Pemetaan Kasus: menampilkan data balita berisiko stunting berdasarkan wilayah jorong, sehingga memudahkan prioritas intervensi.

·       Integrasi Program: data dapat digunakan sebagai bahan pembahasan dalam FGD Rumah Desa Sehat (RDS) maupun Rembuk Stunting, sehingga setiap keputusan berbasis pada kondisi lapangan yang nyata.


3. Mekanisme Pengelolaan Data
Data dalam Gesitstunting.com diinput secara rutin oleh kader posyandu setiap bulan setelah kegiatan penimbangan balita. Kader Pembangunan Manusia (KPM) kemudian melakukan verifikasi dan memastikan kelengkapan data. Pemerintah nagari dapat mengakses dashboard aplikasi untuk melakukan analisis, pemetaan, serta pelaporan ke tingkat kecamatan maupun kabupaten.


4. Manfaat dan Dampak
Sejak diterapkan, Gesitstunting.com memberikan dampak signifikan, antara lain:

·     Kecepatan informasi: data perkembangan balita dapat langsung diakses tanpa menunggu laporan manual.

·  Ketepatan intervensi: pemerintah nagari dapat menentukan keluarga sasaran yang benar-benar membutuhkan bantuan, seperti distribusi Sustpadi (Susu, Telor, Kacang Padi) atau bantuan pangan tambahan.

·       Transparansi: masyarakat dapat mengetahui kondisi nyata angka stunting di nagari melalui forum musyawarah yang berbasis data aplikasi.

·     Evaluasi berkelanjutan: setiap kegiatan posyandu dan hasil intervensi dapat diukur dengan jelas, sehingga program yang kurang efektif bisa segera diperbaiki.


5. Peran dalam Rantai Pengambilan Keputusan
Hasil analisis data dari Gesitstunting.com selalu menjadi dasar dalam:

·       Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari di bidang kesehatan.

·       Pengambilan kebijakan dalam Rembuk Stunting setiap tahun.

·       Diskusi lintas sektor dalam FGD Rumah Desa Sehat yang melibatkan pemerintah nagari, kader, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan perangkat daerah.

 

Dengan adanya Gesitstunting.com, Nagari Sinuruik telah membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat upaya penanggulangan stunting. Aplikasi ini bukan hanya alat pencatat data, tetapi juga media analisis, komunikasi, dan pengambilan kebijakan yang berbasis analisis data.

 

VI. Program Inovatif Berbasis Kearifan Lokal

Program Sustpadi

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting, Pemerintah Nagari Sinuruik mengembangkan program inovatif berbasis kearifan lokal yang diberi nama Sustpadi (Susu, Telur, dan Kacang Padi). Program ini lahir dari kesadaran bahwa pemenuhan gizi balita harus disesuaikan dengan potensi pangan lokal yang tersedia di masyarakat. Susu, telur, dan kacang padi dipilih sebagai bahan utama karena kaya akan protein hewani, vitamin, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan anak usia dini.

Pelaksanaan Sustpadi tidak hanya berorientasi pada pemberian asupan gizi tambahan, tetapi juga diintegrasikan dengan pendataan dan monitoring melalui aplikasi Gesitstunting.com. Data balita yang menjadi sasaran program dicatat secara real-time oleh kader KPM dan kader posyandu, sehingga perkembangan status gizi anak dapat dipantau secara berkala. Dengan sistem ini, Pemerintah Nagari dapat menentukan sasaran prioritas, melakukan evaluasi, serta menyesuaikan intervensi sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Selain pemberian makanan tambahan, program Sustpadi juga melibatkan edukasi kepada orang tua, terutama ibu balita, mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, pola asuh, serta kebersihan lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Sustpadi tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi untuk tumbuh kembang anak.

Melalui kolaborasi antara kader KPM, posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), bidan, serta dukungan penuh masyarakat, program Sustpadi menjadi salah satu inovasi Nagari Sinuruik dalam menekan angka stunting. Kehadiran aplikasi Gesitstunting.com juga semakin memperkuat program ini dengan menyediakan basis data yang akurat sebagai dasar kebijakan dan pengambilan keputusan.

Dengan langkah ini, Nagari Sinuruik menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam upaya mewujudkan generasi sinuruik yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

 

VII. Dampak dan Hasil yang Dicapai

Hingga saat ini, pelaksanaan program pengentasan stunting di Nagari Sinuruik menunjukkan hasil positif, antara lain:

  • Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh sehat.
  • Peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil melalui posyandu dan bidan nagari.
  • Penurunan angka stunting secara bertahap dari tahun ke tahun. Dimana  ditahun 2024 angka stunting Balita adalah 21% dan untuk umur 1-3 tahun adalah 18,7 %. Sedangkan di tahun 2025 angka stunting Balita Nagari sinuruik adalah 14,20 % dan angka stunting umur 1-3 tahun adalah 12%.

VIII. Penutup

Pemerintah Nagari Sinuruik menyadari sepenuhnya bahwa pengentasan stunng bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor, sinergi masyarakat, serta keberlanjutan program yang terarah. Dengan komitmen yang kuat, Pemerintah Nagari akan terus mengalokasikan dana desa sebagai wujud nyata perhatian terhadap persoalan stunting, agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga miskin yang rentan maupun anak-anak yang mengalami stunting.

Melalui berbagai program seperti Sustpadi, kelas ibu hamil, lomba bayi sehat, serta dukungan penuh inovasi digital melalui Gesitstunting.com, Pemerintah Nagari Sinuruik bertekad memastikan bahwa intervensi gizi dan kesehatan menjangkau setiap sasaran dengan cepat, tepat, dan berkesinambungan. Dengan dukungan semua elemen nagari, pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Tentunya target untuk mewujudkan generasi Sinuruik yang sehat, cerdas, dan bebas stunting diyakini dapat tercapai.

                                   by : Admin

Copyright © #Terusbergerak 2026