PMT PLUS_inovasi POSYANDU MAWAR I Jorong Sianok Pasar Baru

Sekna Sinuruik 11 Februari 2026

PMT PLUS – Pemberian Makanan Tambahan Partisipatif dan Peduli untuk Sehat

(Gerakan Gizi Gotong Royong dari Posyandu Mawar 1, Jorong Sianok Pasar Baru, Nagari Sinuruik)


1. Latar Belakang

Di tengah keterbatasan dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari nagari yang rata-rata hanya Rp100.000 per posyandu setiap bulannya, kader Posyandu Mawar 1 Jorong Sianok Pasar Baru tidak berhenti berinovasi.

Mereka sadar, dana tersebut jika dibagi kepada sekitar 20 balita penerima manfaat hanya bernilai sekitar Rp5.000 per anak—jumlah yang tentu tidak cukup untuk memberikan asupan bergizi seimbang. Namun, semangat kepedulian dan kebersamaan kader Posyandu menjadi sumber energi utama lahirnya ide baru.

Dari keprihatinan itu muncul gagasan sederhana namun berdampak besar:

“Kalau dana terbatas, maka kepedulian harus diperluas. Mari kita gerakkan hati masyarakat untuk sehat bersama.”

Inilah awal mula lahirnya PMT PLUS – Pemberian Makanan Tambahan Partisipatif dan Peduli untuk Sehat, sebuah inovasi sosial yang menggabungkan dana nagari dengan donasi masyarakat agar gizi anak meningkat dan solidaritas sosial tumbuh kembali di tengah kehidupan modern.

2. Deskripsi Inovasi

PMT PLUS adalah program pemberian makanan tambahan berbasis partisipasi dan kepedulian sosial masyarakat, yang digagas oleh kader Posyandu Mawar 1 dengan semangat gotong royong.

Ciri khas inovasi ini:

  • Menggabungkan dana nagari dengan donasi masyarakat dan dermawan lokal.
  • Meningkatkan nilai gizi PMT hingga 300% dari nilai awal.
  • Menghadirkan menu bergizi seperti nasi tahu sup ayam, sayuran segar, buah potong, telur, dan camilan sehat.
  • Bahan makanan diperoleh melalui donasi warga sekitar, bukan hanya uang tunai tetapi juga hasil kebun, sayur, ayam kampung, atau telur.
  • Kader Posyandu berperan aktif mengadvokasi donatur, menyeleksi bahan, memasak, hingga membagikan makanan kepada balita dan orang tua dengan penuh kehangatan.

PMT PLUS bukan hanya kegiatan pemberian makanan tambahan, tetapi menjadi gerakan hati—bentuk nyata cinta masyarakat terhadap tumbuh kembang anak-anaknya sendiri.


3. Tujuan dan Sasaran

Tujuan:

  • Meningkatkan mutu dan variasi gizi PMT di Posyandu.
  • Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan balita.
  • Meningkatkan angka kunjungan Posyandu.
  • Menghidupkan semangat kepedulian dan kebersamaan sosial di tingkat jorong dan nagari.
  • Menguatkan peran kader Posyandu sebagai motor penggerak perubahan sosial.

Sasaran:

  • Balita penerima manfaat.
  • Orang tua balita.
  • Kader dan pengurus Posyandu.
  • Masyarakat sekitar Jorong Sianok Pasar Baru.

4. Proses Pelaksanaan

  1. Sosialisasi dan Advokasi
    • Kader Posyandu melakukan pendekatan ke masyarakat, tokoh, dan donatur.
    • Disampaikan nilai kemanusiaan dan manfaat kesehatan dari PMT PLUS.
  2. Penggalangan Donasi
    • Donasi bisa berupa uang, sayur, buah, telur, atau bahan makanan sehat.
    • Pengurus mencatat dan mendata setiap bantuan yang masuk secara transparan.
  3. Pengemasan dan Pengolahan
    • Bahan makanan dikumpulkan, diseleksi, dan diolah oleh kader bersama warga.
    • Suasana gotong royong terasa hangat, karena setiap kegiatan selalu dilakukan bersama-sama.
  4. Distribusi PMT PLUS
    • Makanan dibagikan saat kegiatan Posyandu, disertai edukasi gizi kepada orang tua.
    • Beberapa bahan segar juga dikemas untuk dimasak oleh orang tua di rumah.
  5. Evaluasi dan Publikasi
    • Hasil kegiatan dilaporkan ke bidan desa dan pemerintah nagari.
    • Dokumentasi kegiatan dibagikan agar menjadi inspirasi bagi posyandu lain.

 


5. Hasil dan Dampak

Dampak Kuantitatif:

  • Nilai manfaat PMT meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp15.000–Rp20.000 per anak (naik hingga 300%).
  • Kunjungan Posyandu meningkat signifikan, bahkan menarik minat warga dari posyandu tetangga.

Dampak Kualitatif:

  • Terbangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial warga terhadap gizi balita.
  • Citra Posyandu Mawar 1 semakin hidup, kreatif, dan inspiratif.
  • Posyandu menjadi pusat kegiatan sosial dan edukatif, bukan sekadar tempat menimbang anak.
  • Kader tumbuh menjadi pelopor perubahan sosial, bukan sekadar pelaksana kegiatan.

6. Nilai Inovatif

PMT PLUS menjadi inovasi yang berjiwa sosial dan humanis, karena:

  • Berbasis gotong royong modern: menghidupkan nilai lama dalam bentuk baru yang relevan.
  • Mengoptimalkan dana kecil, berdampak besar.
  • Memperkuat solidaritas antarwarga dan meningkatkan kepercayaan terhadap peran Posyandu.
  • Mudah direplikasi di posyandu lain dengan pendekatan advokasi dan komunikasi sosial.
  • Menjadikan kader Posyandu bukan hanya pelaksana program, tetapi penggerak perubahan.

7. Dukungan dan Apresiasi

Pemerintah Nagari Sinuruik memberikan dukungan penuh terhadap PMT PLUS.
Bahkan, nagari turut menjadi donatur dalam beberapa kesempatan karena menilai gerakan ini menginspirasi dan memberdayakan masyarakat.

PMT PLUS Posyandu Mawar 1 kini mulai disosialisasikan kepada posyandu-posyandu lain di nagari senuruik sebagai praktik baik (best practice) dalam pengelolaan PMT berbasis partisipasi masyarakat. Sebuah model inovasi sosial yang sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan dan kebersamaan warga.


8. Kesimpulan

PMT PLUS bukan sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi gerakan cinta dan kepedulian sosial.
Dari dana terbatas lahir gagasan besar: “Menyehatkan anak-anak dengan kekuatan kebersamaan.”

Posyandu Mawar 1 akan terus berupaya mengembangkan inovasi ini agar lebih baik lagi, baik itu untuk penganggaran maupun pelaksanaan.
Dengan semangat kebersamaan, mereka menyalakan harapan bahwa setiap anak berhak tumbuh sehat dalam pelukan masyarakat yang peduli.

dibuat oleh : Pengurus Posyandu Mawar I

Copyright © #Terusbergerak 2026